Kuliner · Nusantara

Soto Betawi

Bahan

  • 500 gram daging sandung lamur
  • 2.000 ml air
  • 200 gram babat, rebus, potong 2×2 cm
  • 200 gram paru, direbus, potong 2×2 cm
  • 3 sendok makan kecap Manis Bango
  • 3 cm kayu manis
  • 1 sendok teh pala bubuk
  • 4 butir cengkeh
  • 3 batang serai, memarkan
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk, dibuang tulang daunnya
  • 2 lembar daun salam
  • 4 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh gula
  • 1/2 sendok teh merica bubuk
  • 500 ml santan dari 1 butir kelapa
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus:

  • 12 butir bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri, disangrai
  • 2 cm jahe
  • 1 sendok teh ketumbar bubuk

Bahan Pelengkap:

  • 2 buah tomat merah, potong-potong
  • 2 batang daun bawang, iris halus
  • 4 sendok makan bawang merah goreng
  • 50 gram emping goreng
  • 4 buah jeruk nipis

Cara Memasak

  • Rebus air dan daging sampai matang. Potong 2×2 cm. Saring. Ambil kaldunya 1.750 ml. Didihkan lagi bersama daging, babat, dan paru.
  • Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, kayumanis, pala bubuk, cengkeh, serai, lengkuas, daun jeruk, dan daun salam sampai harum. Tuang ke rebusan daging. Didihkan lagi.
  • Masukkan santan, Kecap manis Bango, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Masak sampai matang. Sajikan dengan pelengkap.
Soto Betawi

Sumber: https://www.bango.co.id/resep/detail/1760/soto-betawi

Kuliner · Nusantara

Papeda

 Papeda, makanan pokok di Papua

Di berbagai wilayah Papua, sagu menjadi makanan utama sebagai pengganti nasi. Sagu lempeng, sagu bakar dan sagu bola misalnya, merupakan makanan khas daerah yang memiliki banyak penggemar. Selain harganya yang murah, sagu juga memiliki tekstur khas yang nikmat disantap bersama hidangan berkuah. Misalnya saja, ikan kuah kuning bercita rasa gurih dan kaya akan rempah ini menjadi pendamping favorit saat menyantap olahan sagu seperti papeda.

Sayangnya, papeda yang menjadi warisan kuliner tanah Papua itu sudah mulai sulit ditemukan. Bahkan di daerah asalnya pun, papeda sudah jarang dihidangkan sebagai makanan sehari-hari. Papeda biasa disantap bersama ikan tongkol, ikan gabus, ikan kakap merah, ikan bubara, hingga ikan kue yang dimasak kuah kuning tersebut. Bukan hanya olahan ikan, papeda juga dimakan bersama sayur ganemo yang terbuat dari daun melinjo dan bunga pepaya tumis.

Dalam sejarahnya, papeda dikenal luas dalam tradisi masyarakat adat Sentani dan Abrab di Danau Sentani dan Arso, serta Manokwari. Makanan ini kerap hadir pada saat acara penting yang sedang berlangsung di wilayah-wilayah tersebut. Sehingga, papeda masuk dalam daftar kuliner bersejarah yang dibuat dalam tradisi masyarakat setempat.

Bukan hanya menjadi salah satu warisan kuliner Tanah Air, papeda juga tergolong dalam makanan sehat karena rendah kolesterol dan lemak. Sagu sendiri dipercaya bermanfaat bagi tubuh karena mampu mengatasi sakit pada ulu hati, perut kembung, mengurangi risiko kegemukan, serta memperlancar pencernaan.

Hidangan yang juga terkenal di Maluku tersebut memiliki cara khusus saat menyantapya. Teksturnya yang kenyal, lengket dan sulit di kunyah membuat papeda kurang cocok jika dijadikan hidangan sehari-hari. Saat menyantapnya, kita membutuhkan sepasang sumpit atau dua garpu kayu khusus untuk mengambilnya.

Cara mengambil papeda ini adalah dengan menggulungnya hingga melingkari garpu atau sumpitnya, lalu diletakkan di piring masing-masing. Kemudian, papeda disiram dengan ikan kuah kuning. Memakannya pun harus dengan cara diseruput cepat dan langsung ditelan. Papeda sendiri memiliki rasa yang hambar sehingga perlu dimakan bersama lauk ikan dan sambal colo-colo agar semakin sedap.

Sumber: https://kumparan.com/kumparanfood/asal-mula-papeda-warisan-kuliner-tanah-papua-27431110790555402

Dunia · Kuliner

Kebab Turki

Kebab Istanbul buatan Muhammad Mustafa belum lama ini viral di Media sosial. Itu karena pembuat dan penjual makanan ini orang asli Turki, yang ingin memperkenalkan kebab dengan rasa otentik dari daerah asalnya itu. 

Gerai kebab yang ada di Jalan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, hingga sekarang ini tengah diserbu masyarakat dari Jakarta maupun luar daerah karena ingin mengetahui rasa yang akan ditonjolkan dari camilan mengenyangkan tersebut. 

Penasaran dengan cara pembuatan kebab Turki Istanbul yang viral ini, berikut Tagar berikan resep makanan tersebut. 

Hasil gambar untuk kebab turki

Bahan-bahan

  • 1/2 kilogram daging ayam atau sapi (sesuai selera)
  • 1 ruas jahe
  • 1/2 sendok teh (sdt) ketumbar
  • Yoghurt tanpa rasa (daging ayam)
  • Susu full cream (daging sapi)
  • 3 buah cabai merah
  • 2 siung bawang putih
  • Garam dan lada secukupnya
  • 1 lembar tortila atau roti kebab
  • Selada dan tomat diiris tipis
  • Bawang bombay diiris tipis
  • Saus tomat dan Mayonnaise secukupnya
  • Rempah-rempah Turki

Cara pembuatan 

– Siapkan daging, kemudian cuci hingga bersih

– Setelah dicuci, pukul atau potong tipis-tipis daging hingga lebar

– Siapkan bumbu-bumbu berupa cabai, bawang putih, jahe, dan ketumbar

– Kemudian haluskan semua bumbu

– Tambahkan yoghurt tanpa rasa (daging ayam) atau susu full cream (daging sapi)

– Campurkan semua bahan dengan daging

– Diamkan sekitar 10 menit sampai bumbu meresap pada daging

– Setelah itu, panggang daging hingga matang

Cara penyajian

  1. Siapkan wajan, letakan di atas kompor dengan api yang kecil
  2. Panggang tortila atau roti kebab hingga terlihat bercak kecokelatan, lalu angkat
  3. Siapkan wadah untuk meletakan tortila atau roti kebab
  4. Tata potongan selada, tomat, bawang bombay, dan daging
  5. Berikan saus cabai, saus tomat yang sudah diracik dengan rempah-rempah Turki, dan mayonnaise.
  6. Terakhir, gulung tortila yang sudah terisi oleh semua komponen
  7. Kebab siap disajikan

Sumber: https://www.tagar.id/resep-kebab-turki-istanbul-yang-viral

Dunia · Kuliner

Asam Laksa Penang

Jika ingin cita rasa kuah yang lebih kaya, ganti separuh komposisi air dengan santan.
600 g ikan kembung 1,5 l air, untuk merebus 5 sdm asam jawa, larutkan dengan 5 sdm air panas.
Bahan:
1 cm jahe, memarkan
3 batang daun kesum,
ambil daunnya¹
½ sdt gula pasir
600 g bihun, seduh air panas
Bumbu, haluskan:
5 butir bawang merah
2 batang serai
3 cm kunyit
3 buah cabai kering,
seduh air panas
6 buah cabai merah
1 sdt terasi, bakar

cara membuat

  • Rebus ikan di atas api kecil hingga matang. Angkat, saring airnya, sisihkan. Buang tulang dan durinya, suwir-suwir.
  • Masak kembali air rebusan ikan, masukkan larutan asam jawa, jahe, daun kesum, gula, dan bumbu halus. Masak selama 20 menit. Angkat.

Penyajian:
Taruh bihun ke dalam mangkuk saji. Tuang kuah asam laksa. Sajikan. 

Hasil gambar untuk Asam Laksa Penang


1) Daun kesum: Disebut juga daun laksa. Berbentuk lonjong dan tajam di bagian ujungnya. Banyak dipakai di dapur Melayu. Sajikan dengan kari.

Sumber: https://www.femina.co.id/ikan-seafood/asam-laksa-penang-

Cerita · Hiburan

Kisah Fatimah Dan Ali (Jodoh Tak tertukar)

Kisah Ali dan Fatimah: Jodoh Tak Akan Tertukar

Kisah para sahabat Rasulullah Saw banyak menyimpan ibrah dan teladan. Salah satu kisah cinta dalam sejarah Islam yang mungkin bisa menjadi ibrah dan pelipur lara bagi orang-orang galau yang sedang menanti jodoh adalah kisah cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra putri Rasulullah SAW.

Fatimah Az-Zahra adalah putri Rasulullah Saw, yang dikenal sebagai sosok yang sangat taat kepada orang tuanya. Ketertarikan Ali bin Abi Thalib kepada putri Rasulullah SAW tersebut bermula saat Fatimah dengan sigap membasuh dan mengobati luka parah sang ayah karena selesai berperang. Sejak saat itulah, Ali bin Abi Thalib menaruh rasa kepada Fatimah dan bertekad untuk melamar putri Rasulullah SAW tersebut.

Walaupun Ali bin Abi Thalib adalah seorang sahabat Nabi dan juga sosok pahlawan, namun beliau merupakan pemuda yang miskin. Hidupnya dihabiskan untuk berdakwah di jalan Allah SWT. Oleh karena itu, beliau kemudian bertekad untuk menabung supaya bisa membeli mahar untuk melamar putri Rasulullah SAW yang ia cintai.

Belum genap Ali bin Abi Thalib mengumpulkan modal untuk melamar, beliau mendengar bahwa sahabat Nabi SAW yaitu Abu Bakar telah melamar Fatimah. Ali bin Abi Thalib pun merasakan kegalauan dan kesedihan di hatinya, karena wanita yang dicintainya akan dilamar oleh sahabat Nabi Saw yang lebih mulia. Ali bin Abi Thalib pun sadar, bahwa Abu Bakar mempunyai kualitas iman dan Islam yang lebih tinggi darinya. Akan tetapi kegalauan dan kesedihan itu berhenti sejenak, ketika beliau mendengar bahwa lamaran Abu Bakar ditolak.

Kegemberiaan tersebut ternyata tidak bertahan lama, karena setelah lamaran Abu Bakar ditolak. Sahabat Nabi SAW lainnya, yaitu Umar bin Khattab yang gagah dan perkasa juga ikut melamar Fatimah. Ali sadar bahwa Umar bin Khattab juga lebih baik darinya. Tapi takdir berkata lain, lamaran Umar bin Khattab juga ditolak.

Ali bin Abi Thalib pun merasa gembira karena wanita yang dicintainya yaitu Fatimah Az-Zahra putri Rasulullah SAW belum jadi menikah. Namun, pada saat itu Ali bin Abi Thalib masih ragu untuk melamar Fatimah. Beliau sadar bahwa dia hanya seorang pemuda miskin. Bahkan harta yang dimilikinya pun hanya satu set baju besi beserta unta dan pedang yang biasa digunakan untuk perang, serta persediaan tepung kasar untuk makannya.

Setelah mengetahui lamaran Abu Bakar dan Umar bin Khattab ditolak oleh Rasulullah Saw. Ali bin Abi Thalib curhat dengan Abu Bakar, beliau mengatakan kepadanya, “Wahai Abu Bakar, Anda telah membuat hatiku goncang, padahal sebelumnya sangat tenang. Anda telah mengingatkan sesuatu yang sudah kulupakan. Demi Allah SWT, aku memang menghendaki Fatimah, tetapi yang menjadi penghalang satu-satunya bagiku adalah karena aku tidak mempunyai apa-apa.”

Mendengar hal tersebut, Abu Bakar terharu dan berkata kepada Ali bin Abi Thalib; “Wahai Ali, janganlah engkau berkata seperti itu. Bagi Allah SWT dan Rasul-Nya, dunia dan seisinya hanyalah ibarat debu-debu bertaburan belaka.”

Selain mendapatkan semangat dari Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib juga mendapatkan semangat  dari mantan budaknya yang memberinya kabar tentang lamaran Abu Bakar dan Umar bin Khattab kepada  Fatimah.

Sebagaimana dijelaskan dalam Sirah Nabawiyah Karya Ibnu Katsir, suatu ketika mantan budak tersebut memberi kabar kepada Ali bin Abi Thalib bahwa Fatimah telah dilamar, kemudian mantan budak tersebut berkata lagi kepada Ali, “Kenapa kamu tidak segera datang kepada Rasulullah Saw untuk dinikahkan dengannya?”

“Aku tidak punya apa-apa,” jawab Ali. Mantan budak tersebut pun menimpali, “Kalau kamu datang kepada Rasulullah SAW, beliau akan menikahkanmu.”

Mendengar jawaban dari Abu Bakar dan mantan budaknya tersebut, kepercayaan diri Ali bin Abi Thalib muncul kembali. Dengan ragu-ragu, Ali bin Abi Thalib menghadap Rasulullah SAW.  Ketika Ali bin Abi Thalib datang menemui Rasul, Ali pun ditanya maksud kedatanggannya. Namun Ali tak berani menjawab. Rasulullah Saw pun memperjelas pertanyaannya, “Apakah kedatanganmu untuk melamar Fatimah?” Ali kemudian menjawab, “Iya”.

Rasulullah SAW melanjutkan pertanyaannya. Ali ditanya perihal mahar untuk Fatimah. Ali tidak punya apa-apa kecuali baju besi, pedang dan unta yang pernah beliau berikan untuk peralatan perang. Karena pedang dan untanya masih dibutuhkan untuk berdakwah, maka Rasulullah Saw menyuruh Ali untuk menjadikan baju besinya sebagai mahar.

Rasulullah SAW mengatakan kepada Ali bahwa beliau puas menerima seserahan darinya. Rasulullah SAW juga mengatakan kepada Ali supaya wajib bergembira, sebab Allah lah yang sebenarnya sudah lebih dulu menikahkan keduanya dilangit, sebelum menikahkan keduanya di bumi. Ali adalah jodoh yang telah disiapkan untuk Fatimah.

Butuh bertahun-tahun Ali bin Abi Thalib untuk memantaskan diri menjadi suami putri Rasulullah Saw, bahkan sudah pernah pasrah jika Fatimah menikah dengan orang lain dan buka menjadi jodohnya. Namun itulah takdir Allah Swt, akhirnya Ali bin Abi Thalib menikah dengan Fatimah Az-Zahra yang dicintainya.

Kita tidak akan tahu dengan siapa akan menjalani hidup suatu saat nanti.  Karena jodoh, hanya Allah Swt yang tahu. Dan yang pasti jodoh adalah cerminan diri kita dan tidak akan pernah tertukar. Sebagaimana kisah cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah yang sudah lama terjalin, namun harus melewati jalan yang begitu terjal.

Selain itu, pelajaran lain yang bisa dipetik adalah keberanian untuk berterus terang jika sedang mencintai seseorang untuk  menghalalkannya.

Sumber: https://islami.co/kisah-ali-dan-fatimah-jodoh-tak-akan-tertukar/

Cerita · Hiburan

Kisah Rasul

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Rasulullah SAW lahir pada Tahun Gajah yaitu tahun dimana pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah Habasyah yang tengah ingin merobohkan Ka’bah. Dengan kebesaran-Nya, Allah SWT menghentikan pasukan tersebut dengan mengirimkan burung-burung ababil untuk menjatuhkan batu-batu yang membawa wabah penyakit. Kejadian ini terdapat di Al-Quran, Surat Al Fil yang berarti pasukan gajah.

Di tahun inilah, Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah dan dibesarkan sebagai anak yatim karena Abdullah, ayah Nabi Muhammad, wafat sebelum Rasulullah SAW lahir. Beberapa tahun setelah menghabiskan waktu dengan ibunya, Aminah, Nabi Muhammad SAW kemudian dibesarkan oleh kakeknya yaitu Abdul Muthalib.

Sayangnya, umur kakeknya pun juga hanya sebentar. Setelah dua tahun dibesarkan oleh kakeknya, Abdul Mutholib meninggal pada umur Rasul yang kedelapan dan Nabi diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Abu Thalib dikenal dengan orang yang dermawan walaupun hidupnya fakir atau tidak mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Hanya dengan keadaan tersebut, Nabi Muhammad SAW dapat berkembang dan tumbuh dengan pamannya.

Nabi Muhammad SAW Mendapatkan Wahyu Pertama

Sebelum menjadi seorang Rasul, Nabi Muhammad telah mendapatkan beberapa karunia istimewa dari Allah seperti wajahnya yang bersih dan bersinar yang mengalahkan sinar bulan, tumbuh suburnya daerah tempat Halimah (ibu yang menyusui Nabi) padahal tadinya gersang dan kering, dan lain sebagainya. Itulah tanda-tanda kebesaran Allah yang menandakan akan datangnya nabi yang terakhir yang memiliki kedudukan yang tertinggi nantinya.

Pada saat Rasul ingin mendapatkan wahyu pertamanya, Rasul mendapatkan sebuah mimpi Malaikat Jibril menghampirinya. Rasul pun menyendiri di Gua Hira tepatnya di sebelah atas Jabal Nur. Disitulah Rasul diperlihatkan bahwa mimpinya adalah benar.

Malaikat Jibril pun datang kepada Rasul dan turunlah wahyu yang pertama yang ia bawakan dari Allah SWT,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ◌ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ◌ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ◌ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ◌

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq, 1-4)

Walaupun Nabi merasa ketakutan, disitulah kisal rasul dimulai. Disitulah tempat datangnya Nabi yang terakhir yang akan membawa kedamaian untuk seluruh umat.

Berdakwah secara Rahasia

Setelah mendapatkan wahyu yang pertama, Nabi kemudian melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Adapun orang-orang yang menjadi pengikut pertamanya adalah Khadijah, Abu Bakar Al-Shiddiq dan Zaid bin Haritsah, Ummu Aiman, Ali bin Abu Thalib, dan Bilal bin Rabah.

Allah Memerintahkan Dakwah secara Terang-terangan

Setelah beberapa tahun melakukan dakwah secara diam-diam, turunlah perintah Allah SWT dalam surat al-hijr ayat 94 dan memerintahkan Nabi untuk berdakwah secara terang-terangan.

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

Artinya: “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.”

Perintah Berzakat di Zaman Rasulullah

Pada zaman Rasulullah SAW di tahun pertama di Madinah itu, Nabi dan para sahabatnya beserta segenap kaum muhajirin (orang-orang Islam Quraisy yang hijrah dari Mekah ke Madinah) masih dihadapkan kepada bagaimana menjalankan usaha penghidupan di tempat baru tersebut.  Hal ini dikarenakan, selain memang tidak semua di antara mereka orang yang berkecukupan, kecuali Usman bin Affan, semua harta benda dan kekayaan yang mereka miliki juga ditinggal di Mekah.

Saat kondisi kaum Muslimin sudah mulai sejahtera, tepatnya pada tahun kedua Hijriyah, barulah kewajiban zakat diberlakukan. Nabi Muhammad SAW langsung mengutus Mu’adz bin Jabal menjadi Qadli di Yaman. Rasul pun memberikan nasihat kepadanya supaya menyampaikan kepada ahli kitab beberapa hal, termasuk menyampaikan kewajiban zakat dengan ucapan,

“Sampaikan bahwa Allah telah mewajibkan zakat kepada harta benda mereka, yang dipungut dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang miskin di antara mereka,” sebagai kepala negara saat itu, ucapan Rasul langsung ditaati oleh seluruh umat muslim tanpa ada perlawanan.

Harta benda yang dizakati di zaman Rasulullah SAW yakni, binatang ternak seperti kambing, sapi, unta, kemudian barang berharga seperti emas dan perak, selanjutnya tumbuh-tumbuhan seperti syair (jelai), gandum, anggur kering (kismis), serta kurma. Namun kemudian, berkembang jenisnya sejalan dengan sifat perkembangan pada harta atau sifat penerimaan untuk diperkembangkan pada harta itu sendiri, yang dinamakan “illat”. Berdasarkan “Illat” itulah ditetapkan hukum zakat.

Prinsip zakat yang diajarkan Rasulullah SAW adalah mengajarkan berbagi dan kepedulian, oleh sebab itu zakat harus mampu menumbuhkan rasa empati serta saling mendukung terhadap sesama muslim. Dengan kata lain, zakat harus mampu mengubah kehidupan masyarakat, khususnya umat muslim.

Peristiwa Isra Mi’raj

Pada tahun kesebelas era Nabi Muhammad SAW terjadi peristiwa yang menyedihkan. Tahun ini sering disebut dengan tahun kesedihan karena pamannya Abu Thalib dan istrinya Khadijah wafat pada tahun tersebut.

Setelah peristiwa tersebut, Allah kemudian mengutus Malaikat Jibril untuk mendampingi Rasul dalam melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang disebut dengan Isra yang dimana setelah itu Rasulullah melakukan perjalanan kembali dari Masjidil Aqsa ke langit ke tujuh yang disebut sebagai Mi’raj. Disitulah, Rasulullah mendapatkan perintah sholat 5 waktu yang wajib dikerjakan seluruh umat Islam.

Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Pada saat sahabat Abu Bakar sedang tidak di Madinah, terjadi sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan dimana Nabi Muhammad SAW wafat. Pada saat Abu Bakar diberitahu, beliau segera datang ke rumah Aisyah. Beliau mengucapkan pidato, “Ketahulah, barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad kin telah mati, dan barangsiapa menyembag Allah, maka sesungguhnya Allah tetap senantiapa hidup tidak aka perna mati.”

Kemudian beliau membacakan firman Allah SWT,

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

Artinya: “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).” (QS. Az-Zumar: 30)

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Rasulullah SAW lahir pada Tahun Gajah yaitu tahun dimana pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah Habasyah yang tengah ingin merobohkan Ka’bah. Dengan kebesaran-Nya, Allah SWT menghentikan pasukan tersebut dengan mengirimkan burung-burung ababil untuk menjatuhkan batu-batu yang membawa wabah penyakit. Kejadian ini terdapat di Al-Quran, Surat Al Fil yang berarti pasukan gajah.

Di tahun inilah, Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah dan dibesarkan sebagai anak yatim karena Abdullah, ayah Nabi Muhammad, wafat sebelum Rasulullah SAW lahir. Beberapa tahun setelah menghabiskan waktu dengan ibunya, Aminah, Nabi Muhammad SAW kemudian dibesarkan oleh kakeknya yaitu Abdul Muthalib.

Sayangnya, umur kakeknya pun juga hanya sebentar. Setelah dua tahun dibesarkan oleh kakeknya, Abdul Mutholib meninggal pada umur Rasul yang kedelapan dan Nabi diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Abu Thalib dikenal dengan orang yang dermawan walaupun hidupnya fakir atau tidak mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Hanya dengan keadaan tersebut, Nabi Muhammad SAW dapat berkembang dan tumbuh dengan pamannya.

Nabi Muhammad SAW Mendapatkan Wahyu Pertama

Sebelum menjadi seorang Rasul, Nabi Muhammad telah mendapatkan beberapa karunia istimewa dari Allah seperti wajahnya yang bersih dan bersinar yang mengalahkan sinar bulan, tumbuh suburnya daerah tempat Halimah (ibu yang menyusui Nabi) padahal tadinya gersang dan kering, dan lain sebagainya. Itulah tanda-tanda kebesaran Allah yang menandakan akan datangnya nabi yang terakhir yang memiliki kedudukan yang tertinggi nantinya.

Pada saat Rasul ingin mendapatkan wahyu pertamanya, Rasul mendapatkan sebuah mimpi Malaikat Jibril menghampirinya. Rasul pun menyendiri di Gua Hira tepatnya di sebelah atas Jabal Nur. Disitulah Rasul diperlihatkan bahwa mimpinya adalah benar.

Malaikat Jibril pun datang kepada Rasul dan turunlah wahyu yang pertama yang ia bawakan dari Allah SWT,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ◌ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ◌ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ◌ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ◌

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq, 1-4)

Walaupun Nabi merasa ketakutan, disitulah kisal rasul dimulai. Disitulah tempat datangnya Nabi yang terakhir yang akan membawa kedamaian untuk seluruh umat.

Berdakwah secara Rahasia

Setelah mendapatkan wahyu yang pertama, Nabi kemudian melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Adapun orang-orang yang menjadi pengikut pertamanya adalah Khadijah, Abu Bakar Al-Shiddiq dan Zaid bin Haritsah, Ummu Aiman, Ali bin Abu Thalib, dan Bilal bin Rabah.

Allah Memerintahkan Dakwah secara Terang-terangan

Setelah beberapa tahun melakukan dakwah secara diam-diam, turunlah perintah Allah SWT dalam surat al-hijr ayat 94 dan memerintahkan Nabi untuk berdakwah secara terang-terangan.

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

Artinya: “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.”

Perintah Berzakat di Zaman Rasulullah

Pada zaman Rasulullah SAW di tahun pertama di Madinah itu, Nabi dan para sahabatnya beserta segenap kaum muhajirin (orang-orang Islam Quraisy yang hijrah dari Mekah ke Madinah) masih dihadapkan kepada bagaimana menjalankan usaha penghidupan di tempat baru tersebut.  Hal ini dikarenakan, selain memang tidak semua di antara mereka orang yang berkecukupan, kecuali Usman bin Affan, semua harta benda dan kekayaan yang mereka miliki juga ditinggal di Mekah.

Saat kondisi kaum Muslimin sudah mulai sejahtera, tepatnya pada tahun kedua Hijriyah, barulah kewajiban zakat diberlakukan. Nabi Muhammad SAW langsung mengutus Mu’adz bin Jabal menjadi Qadli di Yaman. Rasul pun memberikan nasihat kepadanya supaya menyampaikan kepada ahli kitab beberapa hal, termasuk menyampaikan kewajiban zakat dengan ucapan,

“Sampaikan bahwa Allah telah mewajibkan zakat kepada harta benda mereka, yang dipungut dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang miskin di antara mereka,” sebagai kepala negara saat itu, ucapan Rasul langsung ditaati oleh seluruh umat muslim tanpa ada perlawanan.

Harta benda yang dizakati di zaman Rasulullah SAW yakni, binatang ternak seperti kambing, sapi, unta, kemudian barang berharga seperti emas dan perak, selanjutnya tumbuh-tumbuhan seperti syair (jelai), gandum, anggur kering (kismis), serta kurma. Namun kemudian, berkembang jenisnya sejalan dengan sifat perkembangan pada harta atau sifat penerimaan untuk diperkembangkan pada harta itu sendiri, yang dinamakan “illat”. Berdasarkan “Illat” itulah ditetapkan hukum zakat.

Prinsip zakat yang diajarkan Rasulullah SAW adalah mengajarkan berbagi dan kepedulian, oleh sebab itu zakat harus mampu menumbuhkan rasa empati serta saling mendukung terhadap sesama muslim. Dengan kata lain, zakat harus mampu mengubah kehidupan masyarakat, khususnya umat muslim.

Peristiwa Isra Mi’raj

Pada tahun kesebelas era Nabi Muhammad SAW terjadi peristiwa yang menyedihkan. Tahun ini sering disebut dengan tahun kesedihan karena pamannya Abu Thalib dan istrinya Khadijah wafat pada tahun tersebut.

Setelah peristiwa tersebut, Allah kemudian mengutus Malaikat Jibril untuk mendampingi Rasul dalam melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang disebut dengan Isra yang dimana setelah itu Rasulullah melakukan perjalanan kembali dari Masjidil Aqsa ke langit ke tujuh yang disebut sebagai Mi’raj. Disitulah, Rasulullah mendapatkan perintah sholat 5 waktu yang wajib dikerjakan seluruh umat Islam.

Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Pada saat sahabat Abu Bakar sedang tidak di Madinah, terjadi sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan dimana Nabi Muhammad SAW wafat. Pada saat Abu Bakar diberitahu, beliau segera datang ke rumah Aisyah. Beliau mengucapkan pidato, “Ketahulah, barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad kin telah mati, dan barangsiapa menyembag Allah, maka sesungguhnya Allah tetap senantiapa hidup tidak aka perna mati.”

Kemudian beliau membacakan firman Allah SWT,

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

Artinya: “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).” (QS. Az-Zumar: 30)

Itulah ringkasan kisah rasul yang seharusnya kita ketahui, terutama kita sebagai umat muslim. Semoga dengan mengetahui Rasulullah SAW ini kita dapat belajar lagi dan menjadikannya sebagai pedoman hidup kita. (MR)

Itulah ringkasan kisah rasul yang seharusnya kita ketahui, terutama kita sebagai umat muslim. Semoga dengan mengetahui Rasulullah SAW ini kita dapat belajar lagi dan menjadikannya sebagai pedoman hidup kita. (MR)

Sumber: https://zakat.or.id/kisah-rasul-nabi-muhammad-saw/

Hiburan · Musik

Pura-pura Lupa (Mahen)

Lagu Pura Pura Lupa milik Mahen bercerita mengenai seseorang yang pura-pura lupa pada sang mantan kekasih, padahal orang tersebut sebenarnya tak bisa melupakan saat bertemu kembali denganya.

Berikut Lirik Lagu Pura Pura Lupa – Mahen

Pernah aku jatuh hati
Padamu sepenuh hati
Hidup pun akan kuberi
Apapun akan kulalui

Tapi tak pernah ku bermimpi
Kau tinggalkan aku pergi
Tanpa tahu rasa ini
Ingin rasa ku membenci

Tiba-tiba kamu datang
Saat kau telah dengannya
Semakin hancur hatiku

Jangan datang lagi cinta
Bagaimana aku bisa lupa
Padahal kau tahu keadaaannya
Kau bukanlah untukku

Jangan lagi rindu cinta
Ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia
Aku tak apa
Biar aku yang pura-pura lupa

Tiba-tiba kamu datang
Saat kau telah dengannya
Semakin hancur hatiku

Jangan datang lagi cinta
Bagaimana aku bisa lupa
Padahal kau tahu keadaaannya
Kau bukanlah untukku

Jangan lagi rindu cinta
Ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia
Aku tak apa
Biar aku yang pura-pura lupa

Jangan datang lagi cinta
Bagaimana aku bisa lupa
Padahal kau tahu keadaaannya
Kau bukanlah untukku

Jangan lagi rindu cinta
Ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia
Aku tak apa
Biar aku yang pura-pura lupa

Bahagiakan dia
Aku tak apa
Biar aku yang pura-pura lupa

Sumber: https://www.tabloidbintang.com/lirik-lagu/read/1174/lirik-lagu-pura-pura-lupa-mahen

Hiburan · Musik

Tak Mau Berubah (Kesha Ratuliu)

Lagu Tak Mau Berubah yang dinyanyikan Kesha Ratuliu cepat meraih perhatian netizen. Baru diunggah dua hari di Youtube, video lagu ini sudah ditonton lebih dari 800 ribu kali.

Seperti judulnya, lirik lagu Tak Mau Berubah bertutur tentang sosok yang tersakiti oleh pacar yang karakternya kurang baik dan tak mau berubah.

Berikut Lirik Lagu Tak Mau Berubah – Kesha Ratuliu

Seharusnya ini tak terjadi
Seandainya kau tak lukai hatiku
Sebenarnya ini tlah berakhir
Tapi kau selalu meminta kembali

Ku maafkan kamu lagi
Tapi terus kau ulangi
Salahmu yg sama
Tlah membuatku luka

Ku bisa saja bertahan
Ku bisa saja kembali
Tapi untuk apalagi
Jika aku tak dihargai

Ku bisa saja maafkan
Ku bisa saja paksakan
Tapi ku tak yakin 
kau mau berubah

Sumber: https://www.tabloidbintang.com/lirik-lagu/read/1170/lirik-lagu-tak-mau-berubah-kesha-ratuliu

Berita · Politik

PDIP Terus Dorong Pembentukan Badan Riset

PDIP Siap Gelar HUT Ke-47 dan Rakernas I
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/1/2020). PDIP bakal menggelar Rapat Kerja Nasional I sekaligus HUT Ke-47 partai di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada 10-12 Januari 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto memastikan pihaknya akan terus mendorong pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Menurut dia, hal itu merupakan impian Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan mewujudkan Indonesia yang maju secara berdikari.

“Kami merasa pentingnya Badan Riset dan Inovasi Nasional. Karena ini adalah jalan berdikari, jalan kemauan. Tanpa riset, tanpa penguasaan pengetahuan dan teknologi, kita hanya menjadi bangsa kuli,” kata Hasto usai Rapat Kerja Nasional I PDIP ditutup di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu malam (12/1/2020).

Dia juga menegaskan, kader PDIP lewat Rakernas juga merekomendasikan agar Badan Riset dan Inovasi Nasional segera diwujudkan. Harapannya, Badan tersebut bisa mengambil fokus pada kegiatan riset dan inovasi terhadap flora, fauna, manusia, dan teknologi.

Hal ini sejalan dengan amanat UU No 11 Tahun 2019 yang telah mematrikan riset sebagai salah satu kunci kedaulatan, termasuk dalam bidang pertahanan dan keamanan.

Menurut Hasto, riset yang berdaulat merupakan hal fundamental dalam menjalankan roda pembangunan menuju negara industri maju, suatu negara yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.

“Kami mendorong anak-anak muda untuk mengejar ilmu pengetahuan dan kalau perlu negara memberikan fasilitas sebesar-besarnya bagi kepentingan dan kemajuan di dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui riset dan inovasi tersebut,” jelas Hasto.2 dari 3 halaman


Haluan pembangunan nasional

Kongres V PDIP Siap Digelar
Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto memberi keterangan terkait Kongres V PDI Perjuangan tahun 2019 di Jakarta, Kamis (1/8/2019). Kongres dilaksanakan di Bali pada 8 Agustus 2019 dan mengambil tema Solid Bergerak Untuk Indonesia Raya. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Menurut dia, Rakernas PDIP juga merekomendasikan untuk menyusun langkah politik strategis guna menggagas haluan pembangunan nasional melalui strategi industri hulu dan hilir berbasis penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mendorong riset dan inovasi.

Haluan pembangunan nasional yang dirancang tersebut merupakan jalan kemakmuran yang bertumpu pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Hasto menganggap hal itu sangat penting untuk mendorong kemajuan Indonesia. Sebab, sangat disayangkan apabila keanekaragaman pangan, bumbu-bumbuan, rempah, dan seluruh kekayaan hayati, serta apa yang terkandung di dalam bumi, air, laut dan kekayaan alam Indonesia tidak dikelola dengan baik.

Hasto juga mengungkapkan, sejauh ini pendirian Badan Riset dan Inovasi Nasional sudah dalam tahap penyusunan di pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

Sumber: https://www.liputan6.com/news/read/4154100/pdip-terus-dorong-pembentukan-badan-riset

Berita · Politik

Kedatangan Penyelidik KPN ke kantor PDIP bermotof Politik

20150902- Fraksi PDIP Tak Setuju Budi Waseso Dicopot-Jakarta- Masinton Pasaribu
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu saat memberikan keterangan pers di Ruang Fraksi PDIP, Senayan, Jakarta. (2/9/2015). Fraksi PDIP tak setuju Komjen Budi Waseso dicopot. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Masinton Pasaribu menilai kedatangan sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Kamis, 9 Januari 2020 lalu, yang diduga bakal melakukan penyegelan sebagai tindakan cacat hukum

“Tindakan mereka adalah tindakan ilegal, untuk mendiskreditkan PDI Perjuangan. Saya simpulkan sebagai motif politik dan bukan untuk penegakan hukum,” ujar Masinton dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/1/2020).

Kesimpulan itu disampaikan Masinton berdasarkan informasi yang dia dapat bahwa para penyelidik tidak dilengkapi surat tugas.

Padahal, dalam peraturan yang berlaku surat tugas penyelidikan sebagai hal yang wajib dipenuhi dalam menjalankan tugas penyelidikan.

“Mereka tidak mampu menunjukkan surat tugas dan legalitas formal yang diatur jelas sesuai hukum acara pidana dan perundang-undangan yang berlaku,” ucap politikus PDI Perjuangan itu.

Kendati demikian, dia menampik bila pihaknya disebut menghalang-halangi tugas pemberantasan korupsi.

“PDI Perjuangan menghormati dan mendukung proses penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK, namun Penegakan hukum dan Pemberantasan korupsi harus dilakukan sesuai ketentuan hukum acara pidana dan perundang-undangan yang berlaku,” ucap dia.2 dari 3 halaman


Benarkan Kader PDIP

Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan informasi bahwa ada dua staff PDIP yang disebut-sebut turut diamankan KPK bersama Komisioner Pemilihan Umum Wahyu Setiawan, pada Rabu, 8 Januari 2020.

“Kalau informasi itu benar, maka yang bersangkutan itu salah satu adalah kader PDIP. Sebagai kader PDIP dia bertindak seharusnya menjalankan garis-garis kebijakan ideologi partai termasuk untuk tidak melakukan tindakan-tindakan bertentangan dengan hukum,” kata Hasto di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.

Selaku Sekjen, Hasto menyatakan dirinya bertanggung jawab dalam membina seluruh staf, seluruh anggota dan seluruh kader partai. Sebab hal tersebut merupakan tugas yang sudah tertuang dalam AD/ART PDIP.

“Apa yang menjadi tindak dari para anggota dan kader partai, partai tentu saja ikut bertanggung jawab. Tetapi ketika sudah menyentuh persoalan hukum, partai tidak bertanggung jawab,” jelas Hasto.

Namun, Hasto mengaku tak mengetahui keberadaan dua stafnya tersebut dikarenakan tengah dalam kondisi tidak sehat.

Sumber: https://www.liputan6.com/news/read/4154096/masinton-kedatangan-penyelidik-kpk-ke-kantor-pdip-bermotif-politik